Korea Wave dan Indonesia

Globalisasi Korea Wave melalui Arus Media menjangkit Indonesia

Kata “globalisasi” diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekadar definisi kerja (working definition), sehingga tergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat. Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa- bangsa di seluruh dunia.
Menurut pendapat Krsna (Pengaruh Globalisasi Terhadap Pluralisme Kebudayaan Manusia di Negara Berkembang.internet.public jurnal.september 2005). Sebagai proses, globalisasi berlangsung melalui dua dimensi dalam interaksi antar bangsa, yaitu dimensi ruang dan waktu. Ruang makin dipersempit dan waktu makin dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala dunia. Globalisasi berlangsung di semua bidang kehidupan seperti bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan dan lain- lain. Dewasa ini, perkembangan teknologi begitu cepat sehingga segala informasi dengan berbagai bentuk dan kepentingan dapat tersebar luas ke seluruh dunia.Oleh karena itu globalisasi tidak dapat kita hindari kehadirannya
Globalisasi dapat dikatakan sebagai suatu fenomena yang semakin hari semakin terlihat perkembangannya serta pengaruhnya. Tak hanya pengglobalisasian barang konsumsi tetapi juga budaya dari suatu negara. Contoh globalisasi dalam bidang ekonomi mungkin sudah sering diuraikan para pakarnya. Kali ini saya ingin menguraikan mengenai globalisasi budaya korea yang dilakukan Korea Selatan dalam hal dunia hiburan yang didukung oleh g;obalisasi arus media cetak dan elektronik yang berimbas pada budaya masyarakat mancanegara dan dalam tulisan ini menginvasi Indonesia. Saya mengulas hal ini karena demam Korea sedang mewabah di Indonesia, terutama dari seri drama dan musiknya. Jika sebelumnya Hollywood Star lah yang menjadi icon musik, fashion, film ataupun serial TV di Indonesia , maka belakangan ini kiblat dari itu semua telah berganti arah mengikuti tren Korea. Hollywood star berganti menjadi Hallyu Star. Dunia hiburan mancanegara tidak lagi didominasi oleh aksi-aksi dari Beyonce, Lady gaga, Justin Bieber, ataupun Robert pattinson lagi sebagai icon trendsetter , tapi produk dari Korea juga turut ambil bagian dalam panggung hiburan dunia. Pengaruh globalisasi ini sebenarnya terjajah oleh budaya korea itu sendiri. Seringnya stasiun TV swasta Indonesia menayangkan drama korea dan semakin mewabahnya demam K-POP (Korean POP) di kalangan remaja menjadi bukti bahwa Korea Selatan berhasil memindahkan atau menyebarluaskan sesuatu yang asli dari negaranya ke luar negeri, dalam kasus ini adalah Indonesia. Riza Noer Arfani, MA, yang merupakan staff pengajar jurusan Ilmu Hubungan Internasional Fisipol UGM, berpendapat bahwa globalisasi adalah kecenderungan umum terintegrasinya kehidupan masyarakat domestik/lokal kedalam komunitas global di berbagai bidang(Globalisasi Implikasi dan Karakteristik, 2004). Dari dua contoh pengertian diatas, jelas tertulis bahwa globalisasi adalah peristiwa berpindahnya suatu hasil produksi manusia (baik dalam bentuk fisik maupun hasil pemikiran seperti budaya,dsb) dari lingkungan awalnya ke lingkungan baru yang cakupannya lebih luas.
Hallyu atau ” Korean Wave” adalah istilah yang diberikan untuk tersebarnya budaya pop Korea secara global di berbagai negara di dunia, termasuk di Indonesia, atau secara singkat mengacu pada globalisasi budaya Korea (Shim, 2006). Fenomena ini diikuti dengan banyaknya perhatian terhadap produk KoreaSelatan, seperti misalnya masakan, barang elektronik, musik dan film. Di Indonesia saat ini, fenomena gelombang Korea melanda generasi muda Indonesia yang umumnya menyenangi drama dan musik Korea. Di Indonesia sendiri, Percakapan sehari hari masyarakat lokal seringkali didominasi K-Pop, terutama remaja puteri. seringkali didominasi antusiasme tentang berita-berita seputar K- Pop , baik tentang perkembangan musik, model pakaian, dance para grup idol ataupun serial dramanya. Seringkali gadis –gadis SMP, SMA ataupun mahasiswi di kampus membahas bintang-bintang hallyu seperti Lee Min Ho, Super Junior, SNSD, ataupun berita korea apa saja yang menjadi hot news serta mengikuti trend busana korea. Hal ini menunjukkan betapa budaya Korea telah begitu melekat di hati para penggemar Indonesia. Pada dasarnya, globalisasi budaya Korea tersebut tak bisa dilepaskan dari peran media. Media membawa nilai-nilai budaya Korea ke luar negeri dan menjadi salah satu penunjang utama berhasilnya gerakan hallyu atau globalisasi budaya Korea di dunia internasional. Media yang banyak berperan dalam persebaran nilai-nilai budaya Korea pada mulanya adalah televisi, yang menayangkan drama-drama Korea. Kesuksesan televisi memediasi masuknya budaya Korea ke Indonesia ini tak dipungkiri menimbulkan efek domino ke musik dan film. Jenis media yang mengantarkan produk-produk budaya Korea ke tangan khalayak Indonesia itu pun semakin beragam, yaitu VCD, DVD, dan yang paling fenomenal, tentu saja, internet. Internet bahkan bisa disebut sebagai media yang paling berpengaruh dalam globalisasi budaya Korea karena tak banyak film dan musik Korea mendapatkan tempat di media Mainstream internasional. Hal ini pun berlaku di Indonesia. Dahsyatnya kekuatan internet dalam penyebaran “Korean Wave” ini terlihat dari ramainya arus informasi mengenai budaya Korea di internet. Situs jejaring sosial Twitter mencatat bahwa sepanjang 2010, Super Junior, grup boyband ternama asal Korea, menempati posisi trending topic kedua dalam hal musik. Super Junior hanya dikalahkan oleh Justin Bieber, penyanyi remaja Amerika yang disebut sebagai raja twitter (Twitter.com, Desember 2010). Di situs YouTube, setiap kali penyanyi Korea merilis teaser dan music video (MV) di YouTube, dalam beberapa hari saja dapat ditonton oleh lebih dari 1 juta orang dan bahkan seringkali menjadi video top favorite, most popular, atau most discussed (YouTube.com, 2010).

Teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi. Dewasa ini, perkembangan teknologi begitu cepat sehingga segala informasi dengan berbagai bentuk dan kepentingan dapat tersebar luas ke seluruh dunia.Oleh karena itu globalisasi tidak dapat kita hindari kehadirannya. Kehadiran globalisasi tentunya membawa pengaruh bagi kehidupan suatu negara termasuk Indonesia. Pengaruh tersebut meliputi dua sisi yaitu pengaruh positif dan pengaruh negatif. Pengaruh globalisasi di berbagai bidang kehidupan seperti kehidupan politik, ekonomi, ideologi, sosial budaya dan lain- lain akan mempengaruhi nilai- nilai nasionalisme terhadap bangsa Korea Wave ini membawa pengaruh besar terhadap generasi muda di Indonesia yang sedang memuja korea wave. Inilah yang ditakutkan dari globalisasi, yaitu ketika masyarakat lokal “menuhankan” budaya asing dan menelantarkan budaya aslinya sendiri tapi kita tidak merasa . Sebenarnya kita sedang terjajah dengan kejayaan Korean Pop Culture di Indonesia.. Gelombang Hallyu yang sangat besar di Indonesia haruslah menjadi pemacu semangat yang nyata untuk melakukan perubahan. Korea wave pada dasarnya sangat menarik untuk dipelajari dan menginspirasi karena ditengah kemodernannnya, ada semangat perubahan terus menerus didalamnya, tetapi dengan tidak meninggalkan budaya tradisional didalamnya. Hal tersebut menjadi menarik untuk dipelajari untuk para remaja di Indonesia, bahwa ketika kita sedang terpengaruh dengan kebudayaan lain yang masuk, kita punya filter yaitu kebudayaan sendiri, supaya antara tradisi dan modenitas dapat berjalan serasi, selaras, dan seimbang. Pada akhirnya, kejayaan Korean Pop Culture di Indonesia haruslah dapat menginspirasi kita semua untuk memajukan dan berjaya dengan Indonesian Pop Culture.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: